Saudaraku terkasih,
Aku mencintai kalian semua karena Allah, dan siapa pun yang benar-benar mencintai saudaranya, dia akan dengan tulus menasihatinya. Maka Aku menasehatimu mengenai suatu hal yang dapat membuat atau menghancurkan kedamaian rumahmu: waspadalah terhadap kekikiran. Ini adalah sifat yang keji dan menjijikkan yang meracuni suasana perkawinan dan kehidupan keluarga. Laki-laki pelit mengubah kenyamanan rumahnya menjadi siksaan, menyempitkan dada istri dan anak-anaknya, serta menyulitkan orang-orang yang berada di bawah asuhannya.
Janganlah kamu pelit, karena kekayaan terbaik yang dapat kamu keluarkan dan sedekah yang paling besar yang dapat kamu berikan adalah kepada istri dan anak-anakmu. Berapa banyak pria saat ini yang mau membelanjakan uangnya secara cuma-cuma untuk orang asing, namun ketika istrinya sendiri meminta sesuatu, dia mengeluh dan mengeluh; ketika anak-anaknya meminta suatu kebutuhan, dia menunda dan merasa iri pada mereka. Perilaku ini merupakan salah satu jalan tercepat menuju kehancuran pernikahan dan menyebarkan kesedihan di dalamnya.
Laki-laki yang terhormat dan beriman hendaknya bermurah hati kepada keluarganya dengan apa yang dibolehkan, sehingga membawa kebahagiaan di hati mereka. Hendaknya membelikan istrinya apa yang disukai dan dibutuhkan istrinya, asalkan sesuai dengan syariat. Dia harus memberi hadiah kepada anak-anaknya dan membawa kegembiraan di wajah mereka. Daripada memaksa istrinya untuk berkeliaran di pasar yang penuh dengan musik jahat dan percampuran gratis, dia harus memberikan kartunya agar istrinya dapat membeli apa yang dia butuhkan melalui belanja online - menjaga kesopanan dan memastikan kenyamanannya. Perlakukanlah anak perempuanmu dengan cara yang sama, dan belanjakanlah untuk anak laki-lakimu. Jangan membuat kehidupan mereka menjadi sempit, tapi jadilah seimbang - hindari keringnya kekikiran dan kecerobohan karena pemborosan.
Jadilah seperti Nabi kita tercinta ﷺ, yang kemurahan hatinya tiada tandingannya, yang rela memberikan apapun yang dimilikinya tanpa ragu-ragu. Ingatlah hadits mulia Abu Hurayrah - ra dengan dia - yang mengatakan:
“Nabi ﷺ memerintahkan sedekah, maka seorang laki-laki berkata: ‘Ya Rasulullah, saya punya satu dinar.’ Dia berkata: ‘Belanjakan untuk dirimu sendiri.’ Laki-laki itu berkata: ‘Saya punya yang lain.’ Dia berkata: ‘Belanjakan untuk anakmu.’ Laki-laki itu berkata: ‘Saya punya yang lain.’ Dia berkata: ‘Belanjakan untuk istrimu’ - atau dia berkata: ‘pasanganmu.’ Laki-laki itu berkata: ‘Saya punya yang lain.’ Dia berkata: ‘Belanjakan pada hambamu.’ Pria itu berkata: ‘Saya punya yang lain.’ Dia berkata: ‘Kamu paling tahu (di mana harus membelanjakannya).’”
Dan juga hadits indah Saʿd ibn Abi Waqqās - ra dengan dia - dimana Nabi ﷺ bersabda:
“Kalian sekali-kali tidak akan mengeluarkan uang sedikitpun untuk mencari Wajah Allah, kecuali kalian akan diberi pahala, bahkan sesuap makanan yang kalian masukkan ke dalam mulut istri kalian.”
Hadits ini mengingatkan kita bahwa niat yang benar adalah jiwa dari setiap perbuatan. Perbuatan apa pun - meski terlihat biasa - bisa menjadi ibadah bila dilakukan dengan ikhlas karena Allah. Menghabiskan uang untuk dirimu sendiri, istrimu, anak-anakmu, atau bahkan menaruh sesuap pun ke dalam mulut istrimu menjadi sebuah amal jika kamu mencari Wajah Allah. Jika sikap kecil penuh kasih sayang itu membawa pahala, lalu seberapa besar pahalanya dalam menafkahi segala kebutuhannya dengan niat ridha Allah?
Jadi niatkan setiap pembelian, setiap makanan, setiap hadiah, dan bahkan setiap pesanan online untuk keluarga Anda sebagai amal - sehingga Anda dapat memperoleh pahala yang sangat besar ini.
🏡10 Cara Memudahkan Keluarga Anda
- Sisihkan anggaran bulanan tetap untuk kebutuhan keluarga Anda sebelum membelanjakannya untuk hal lain.
- Berikan istri Anda akses kartu bank atau rekening sehingga dia dapat membeli kebutuhan pokok tanpa stres.
- Manfaatkan belanja online untuk menghemat waktu, menghindari fitnah, dan menjaga kesopanan.
- Kejutkan istri Anda dengan hadiah tanpa harus dia minta.
- Belikan anak Anda camilan sesekali untuk menciptakan kegembiraan di hati mereka.
- Simpanlah “daftar kebutuhan” di rumah sehingga anggota keluarga dapat menuliskan apa yang mereka perlukan.
- Hindari menunda pembelian ketika hal tersebut diperlukan dan sesuai kemampuan Anda.
- Seimbangkan kemurahan hati dengan tanggung jawab keuangan, hindari kekikiran dan pemborosan.
- Tanyakan secara teratur kepada keluarga Anda apakah mereka membutuhkan sesuatu daripada menunggu mereka memintanya.
- Doakanlah barakah dalam pengeluaranmu dan niatkan setiap pengeluaran sebagai ibadah.

